Social Icons

Sabtu, 19 Oktober 2013

recent 2

Cahaya remang remang menemani Andri sambil merenungi nasib bahwa sebentar lagi dia akan ujian tengah semester.

meskipun dengan tulus ikhlas ingin belajar tapi tetap bukan belajar yang ia lakukan, justru merenungi nasib karna ditolak wanita idamannya.

Andri seorang anak remaja gaul yang labil meski gak ngerti maksut dari labil. Lumayan pandai meski jarang belajar. Romantis meskipun hasil contekan. Lucu meskipun gak bisa bikin orang ketawa.






Memang hari yang menyedihkan bagi seorang penyair, saat angin yang menghembuskannya untuk tetap melayang harus ia relakan pergi karna terhalangi gunung yang tegap tinggi. Padahal sebenarnya aneh bila orang bisa terbang hanya dengan angin. Begitulah para penyair, tidak bisa disebut lebay karna karnyanya yang dianggap romantis. :)


Di sekolah yang sangat megah ini, yang sangat terkenal ini dan yang sangat istimewa ini, sekolah yang dibanggakan daerahnya sendiri tempat Andri bersekolah. Tempatnya untuk mengerjakan UTSnya besok.

Disana juga, ia menemukan angin yang menghembuskannya, yang mampu menerbangkannya dengan cara yang tidak masuk akal. Gadis manis cantik yang tertutup jilbab putih lembut, yang sungguh menutupi sifat aslinya yang tegar dan sebenarnya sangat tomboy.

Astri gadis impian Andri yang kemarin menolaknya dengan alasan yang sangat pasti, karna selain Astri punya kekasih, Andri juga sudah punya kekasih. Jadi siapa yang salah ? sebenarnya tidak masuk akal jika Andri harus patah hati akibat ditolak Astri. Karna alasan ditolak karna dia sendiri yang meminta untuk ditolak meskipun tanpa ungkapan langsung. Lalu kenapa dia sekarang merenung ?

Alasan seorang penyair menggoreskan pena adalah tulisan yang diharap mampu menyentuh hati kalangan wanita, kenapa wanita ?karna kalau lelaki susah tertersentuh. Lagian juga aneh kalau lelaki tersentuh.

Astri dan Andri bertemu saat mereka masih kelas 1 SMA, mereka satu kelas dan ya, kesempatan untuk saling dekat sangat terbuka lebar.

Sebenarnya ada saat untuk mereka berdua bisa lebih saling dekat, namun karna sifat Andri, kedekatan mereka tak bisa lebih dari sekedar teman saja. Andri memang playboy meskipun jelek, banyak cewek yang diecengi bahkan ada yang menangis karna Andri. Itu baru kelas 1 gimana nanti kelas 2 fikir Astri.

Saat baru pertama bertemu, Astri belum memakai jilbab karna masih menggunakan seragam SMP masing-masing. Pertama Andri melihat Astri, Andri langsung suka dengan Astri, pertama bertemu Astri dengan rambut panjang terikat, sikap yang berusaha mendengarkan, serius dan misterius. Tak banyak bicara karna memang belum saling kenal :D.

Kesempatan sangat terbuka, Andri menjadi ketua kelas dan ya dengan suatu alasan bisa meminta nomer hp anak-anak lain.
"nomer hp ya, biar kalo ada info mudah dihubungi..." modus terstruktur dari Andri. Tentu tak ada alasan untuk anak-anak menolak memberi nomer hp mereka.

Mungkin ternilai salah untuk orang lain, tapi keberuntungan bagi Andri karna bisa mendapat nomer hp Astri. Namun tidak malam itu juga Andri memberi salam perkenalan kepada Astri lewat sms pertama, ya malu-malu kucing gitulah. Kan itu yang dibilang benar2 cinta, cinta monyet :p.

Dan sebenarnya ada tokoh lain dalam cerita ini, yaitu Dinda. Dinda lebih pendiam daripada Astri. Pendiam menjadi tipe gadis idaman bagi Andri. Gadis pertama yang dihubungi Andri adalah Dinda, ya saling berkenalan. Tentu baru awal tapi sudah berani mengenalkan diri menjadi kesan tersendiri untuk Dinda. Sejenak melupakan tujuan utamanya...Astri.

Setelah beberapa hari. Kedekatan Andri dan Dinda pun terdengar banyak teman mereka, entah kebocoran dari Almo teman Andri atau justru Dinda sendiri yang mengatakan kepada teman-temannya. Tak ada yang tau dan menjadi misteri hingga saat ini...

Setelah beredar kabar bahwa Andri dekat dengan Dinda, Andri langsung menjelaskan kepada semua teman-temannya bahwa mereka hanya teman meskipun memang Andri memang menyukai Dinda dan hanya sebatas suka tanpa berharap lebih.

Setelah dianggap teman-teman sudah mengerti, Andri kembali ketujuan awal, yaitu mendekati Astri.

Karna satu kelas, sediam apapun Astri tetap saja dia mendengar berita tentang Andri.

Sms pertama diluncurkan. "assalamualaikum... tri, ada PR gak besok ? ...Andri S.". Coba pendekatan dengan modus pelajaran. Tidak sebentar Andri menunggu, lalu harapan pun datang, hp Andri bergetar dan ya ada sms "Pelanggan Yth. masa aktif kartu ada sudah habis, silahkan lakukan pengisian pulsa kembali" . Memang operator itu sangat perhatian ya.

"gak ada" singkat jawaban yang telah ditunggu selama 30menit. Sikap yang terasa dingin yang justru menghangatkan hati untuk lebih mantap mendekatinya. sejenak berfikir, apa yang harus kubalas. terlintas dalam benak "memang besok jadwalnya apa aja sih tri ?"coba tuk leburkan suasana."sejrah, kmia, matik sm b.indo". Lebih lega karna terbalas cepat tapi lebih sesak tanpa ekspresi berarti dari Astri."makasih ya :)" tutup Andri.

Selang waktu, setelah dikelas lebih nyaman, dan perubahan Astri yang sekarang memakai jilbab, sungguh memantapkan niat untuk lebih dekat dengan Astri. Sms pun mulai dikirim kembali karna tak ada kata yang terucap saat mereka bertemu disekolah."assalamualaikum.."memang agak lama "waskum", "udah mkan tri ?", "uddah", "udh solat isya", "udah". "ko belum tdur", "belum ngntuk". mulai agak bingung, "lagi apa tri ?", "tdran". dan semakin bingung hingga tak tau mesti mengajak ngbrol tentang apa.

"tri ?"lanjutan sms Andri, "ya", "pnya pcr gk ?", "knpa ?", "aku pingin lebih dkt sma kamu", "Dinda gmn ?", "aku cm tmnan sm Dinda gak lbih", "oh gitu", "iya, boleh gak aku lbh deket sm kamu?", "ak pny pcr, tmnn ja". Langsung dengan jelas penolakan diluncurkan tepat setelah ditanyakan, dengan tegas dan tanpa ragu sedikitpun. Disisi lain terpuruk jatuh sang playboy hancur tanpa tak brrdaya meski hanya dengan 5 kata. Inilah penolakan pertama Astri pada Andri.

Lumayan lama, bahkan hingga mereka naik kelas 2. Cerita ini kembali berlanjut. Mereka berdua sama-sama masuk 11 Ipa, meskipun tidak lagi satu kelas.

Dan untungnya hubungan mereka cukup baik dan menjadi teman akrab. Kini Andri punya pacar, begitupun Astri. Namun Andri memiliki pacar yang jauh, ya LDR gitu deh, cobaan iman lagi akhirnya.
Pacar Andri menjadi orang penting disana, ya lebih sibuk dari Andri saat mengikuti OSIS.

Namanya hubungan pasti ada waktu renggang. Keadaan ini karna pacar Andri, Sonya. Mencintai kembali orang yang disukainya dulu, wktu sebelum dengan Andri. Andri tau kejadian itu karna Sonya juga bercerita pada Andri. Meskipun sangat kecewa tapi Andri ikut membantu agar Sonya bisa berhubungan baik dengan Rendi, gebetannya Sonya.

Sejenak melupakan masalah dengan sang pacar, Andri mencoba melupakan dengan cara bermain dengan teman-temannya, main badminton sampek malam, tidur pagi, ketawa-ketiwi tanpa arti hingga saat ia les fisika dan kebetulan satu kelompok dengan Astri, ia teringat kembali saat melihat Astri maju kedepan dan mengerjakan dipapan tulis. Gadis cantik berjilbab putih lembut, terlihat sangat mudah berbagi senyum dengan suara lembut khasnya..."Astri, aku slalu mengagumimu"...decak Andri dalam hati.

Semalaman Andri memikirkan Astri karna saat malam itu, pacarnya tak ada untuk sekedar menghabiskan bonusan sms dengan Andri. Meskipun memiliki pacar, Andri ingin menunjukan ke Astri, bahwa Astri sangat pandai membuat orang tak ingin jauh darinya, seperti yg dirasakn Andri. Dengan gayanya yang khas, lembut bila dengan teman perempuan dan galak saat dengan teman laki-laki.

Hari-hari berikutnya Andri kembali mencoba mendekati Andri setelah sekian lama tidak sms."..assalamualaikum.."pesan singkat untuk Astri."waalaikum salam".jawab Astri. Memang disengaja untuk tidak dibalas Andri, namun saat waktu salat, Andri slalu mengingatkan Astri untuk segera solat."jangan lupa dhuhur, tri"."ya ndri". dalam hati memantapkan semoga Astri menjadi wanita yang lebih sempurna tanpa terlalu berharap rasa cintanya ini akan terbalas..

Saat disekolah Andri pun mengingatkan untuk segera solat dhuhur, meskipun hanya lewat pesan singkat.

suatu ketika Andri bertemu dengan Astri saat Andri selesai solat dhuhur dimushola sekolah. Andri tertunduk melihat Astri, dengan perasaan yg sama saat pertama dia jatuh cinta pada Astri. Hal yang tak terduga terjadi "Andri jelek" ejek Astri sambil tertawa. Hanya senyum untuk membalas ejekan Astri. Entah apa yg terfikir oleh Andri, tapi menurutnya itu seperti sebuah kode morse, kode untuk lebih bijak "haruskah aku lebih mendekati Astri ?"...

Beberapa hari kemudian rasa didalam hati Andri tak dapat lagi terbendung, kembali pesan singkat iya krimkan, "I know I just a stranger for u, but I feel love to u, I'm sorry to keep my love for u although we've couple one each other"..entah Astri mngerti atau tidak atau mngkin tak peduli tapi hanya smiley tertawa yg ia gunakan membalas pesan singkat Andri. Tapi karna itu mereka bisa mengobrol sejenak sambil bersenda gurau.

Namun, Andri berulah lagi, hal yang mngkin membuat Astri marah akhirnya diungkapkan. "tri, boleh ngga aku suka kamu ?". Dengan posisi Astri punya pacar dan begitupun Andri. Dengan jelas Astri menjwab. "temen aja". Inilah penolakan kedua Astri pada Andri ..

Memang sayapnya kembali hancur, tak dapat lagi terbang meraih harapan. Namun apa salah bila terjadi 2x penolakan dengan alasan seperti itu ?

Dan akhirnya kini Astri dan Andri tak pernah lagi berhubungan, sms Andri pun tak pernah dibls, dan menimbulkan pemikiran negatifnya pada Astri.


...Maafkan aku Astri, aku terlalu mengagumimu, meskipun dengan buruk sifatku yang tak pantas untukmu, semoga semakin sempurna disetiap langkahmu, last I will tell  you, I love you...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text