Cahaya remang remang menemani Andri sambil merenungi nasib
bahwa sebentar lagi dia akan ujian tengah semester.
meskipun dengan tulus ikhlas ingin belajar tapi tetap bukan
belajar yang ia lakukan, justru merenungi nasib karna ditolak wanita idamannya.
Andri seorang anak remaja gaul yang labil meski gak ngerti
maksut dari labil. Lumayan pandai meski jarang belajar. Romantis meskipun hasil
contekan. Lucu meskipun gak bisa bikin orang ketawa.
Memang hari yang menyedihkan bagi seorang penyair, saat
angin yang menghembuskannya untuk tetap melayang harus ia relakan pergi karna
terhalangi gunung yang tegap tinggi. Padahal sebenarnya aneh bila orang bisa
terbang hanya dengan angin. Begitulah para penyair, tidak bisa disebut lebay
karna karnyanya yang dianggap romantis. :)
Di sekolah yang sangat megah ini, yang sangat terkenal ini
dan yang sangat istimewa ini, sekolah yang dibanggakan daerahnya sendiri tempat
Andri bersekolah. Tempatnya untuk mengerjakan UTSnya besok.
Disana juga, ia menemukan angin yang menghembuskannya, yang
mampu menerbangkannya dengan cara yang tidak masuk akal. Gadis manis cantik
yang tertutup jilbab putih lembut, yang sungguh menutupi sifat aslinya yang
tegar dan sebenarnya sangat tomboy.
Astri gadis impian Andri yang kemarin menolaknya dengan
alasan yang sangat pasti, karna selain Astri punya kekasih, Andri juga sudah
punya kekasih. Jadi siapa yang salah ? sebenarnya tidak masuk akal jika Andri
harus patah hati akibat ditolak Astri. Karna alasan ditolak karna dia sendiri
yang meminta untuk ditolak meskipun tanpa ungkapan langsung. Lalu kenapa dia
sekarang merenung ?
Alasan seorang penyair menggoreskan pena adalah tulisan yang
diharap mampu menyentuh hati kalangan wanita, kenapa wanita ?karna kalau lelaki
susah tertersentuh. Lagian juga aneh kalau lelaki tersentuh.
Astri dan Andri bertemu saat mereka masih kelas 1 SMA,
mereka satu kelas dan ya, kesempatan untuk saling dekat sangat terbuka lebar.
Sebenarnya ada saat untuk mereka berdua bisa lebih saling
dekat, namun karna sifat Andri, kedekatan mereka tak bisa lebih dari sekedar
teman saja. Andri memang playboy meskipun jelek, banyak cewek yang diecengi bahkan ada yang menangis karna
Andri. Itu baru kelas 1 gimana nanti kelas 2 fikir Astri.
Saat baru pertama
bertemu, Astri belum memakai jilbab karna masih menggunakan seragam SMP
masing-masing. Pertama Andri melihat Astri, Andri langsung suka dengan Astri,
pertama bertemu Astri dengan rambut panjang terikat, sikap yang berusaha
mendengarkan, serius dan misterius. Tak banyak bicara karna memang belum saling
kenal :D.
Kesempatan sangat terbuka, Andri menjadi ketua kelas dan ya
dengan suatu alasan bisa meminta nomer hp anak-anak lain.
"nomer hp ya, biar kalo ada info mudah
dihubungi..." modus terstruktur dari Andri. Tentu tak ada alasan untuk
anak-anak menolak memberi nomer hp mereka.
Mungkin ternilai salah untuk orang lain, tapi keberuntungan
bagi Andri karna bisa mendapat nomer hp Astri. Namun tidak malam itu juga Andri
memberi salam perkenalan kepada Astri lewat sms pertama, ya malu-malu kucing gitulah.
Kan itu yang dibilang benar2 cinta, cinta monyet :p.
Dan sebenarnya ada tokoh lain dalam cerita ini, yaitu Dinda.
Dinda lebih pendiam daripada Astri. Pendiam menjadi tipe gadis idaman bagi
Andri. Gadis pertama yang dihubungi Andri adalah Dinda, ya saling berkenalan.
Tentu baru awal tapi sudah berani mengenalkan diri menjadi kesan tersendiri
untuk Dinda. Sejenak melupakan tujuan utamanya...Astri.
Setelah beberapa hari. Kedekatan Andri dan Dinda pun
terdengar banyak teman mereka, entah kebocoran dari Almo teman Andri atau
justru Dinda sendiri yang mengatakan kepada teman-temannya. Tak ada yang tau
dan menjadi misteri hingga saat ini...
Setelah beredar kabar bahwa Andri dekat dengan Dinda, Andri
langsung menjelaskan kepada semua teman-temannya bahwa mereka hanya teman
meskipun memang Andri memang menyukai Dinda dan hanya sebatas suka tanpa
berharap lebih.
Setelah dianggap teman-teman sudah mengerti, Andri kembali
ketujuan awal, yaitu mendekati Astri.
Karna satu kelas, sediam apapun Astri tetap saja dia mendengar
berita tentang Andri.
Sms pertama diluncurkan. "assalamualaikum... tri, ada
PR gak besok ? ...Andri S.". Coba pendekatan dengan modus pelajaran. Tidak
sebentar Andri menunggu, lalu harapan pun datang, hp Andri bergetar dan ya ada
sms "Pelanggan Yth. masa aktif kartu ada sudah habis, silahkan lakukan
pengisian pulsa kembali" . Memang operator itu sangat perhatian ya.
"gak ada" singkat jawaban yang telah ditunggu
selama 30menit. Sikap yang terasa dingin yang justru menghangatkan hati untuk
lebih mantap mendekatinya. sejenak berfikir, apa yang harus kubalas. terlintas
dalam benak "memang besok jadwalnya apa aja sih tri ?"coba tuk
leburkan suasana."sejrah, kmia, matik sm b.indo". Lebih lega karna
terbalas cepat tapi lebih sesak tanpa ekspresi berarti dari Astri."makasih
ya :)" tutup Andri.
Selang waktu, setelah dikelas lebih nyaman, dan perubahan
Astri yang sekarang memakai jilbab, sungguh memantapkan niat untuk lebih dekat
dengan Astri. Sms pun mulai dikirim kembali karna tak ada kata yang terucap saat
mereka bertemu disekolah."assalamualaikum.."memang agak lama
"waskum", "udah mkan tri ?", "uddah", "udh
solat isya", "udah". "ko belum tdur", "belum
ngntuk". mulai agak bingung, "lagi apa tri ?",
"tdran". dan semakin bingung hingga tak tau mesti mengajak ngbrol
tentang apa.
"tri ?"lanjutan sms Andri, "ya",
"pnya pcr gk ?", "knpa ?", "aku pingin lebih dkt sma
kamu", "Dinda gmn ?", "aku cm tmnan sm Dinda gak
lbih", "oh gitu", "iya, boleh gak aku lbh deket sm
kamu?", "ak pny pcr, tmnn ja". Langsung dengan jelas penolakan
diluncurkan tepat setelah ditanyakan, dengan tegas dan tanpa ragu sedikitpun.
Disisi lain terpuruk jatuh sang playboy hancur tanpa tak brrdaya meski hanya
dengan 5 kata. Inilah penolakan pertama Astri pada Andri.
Lumayan lama, bahkan hingga mereka naik kelas 2. Cerita ini
kembali berlanjut. Mereka berdua sama-sama masuk 11 Ipa, meskipun tidak lagi
satu kelas.
Dan untungnya hubungan mereka cukup baik dan menjadi teman
akrab. Kini Andri punya pacar, begitupun Astri. Namun Andri memiliki pacar yang
jauh, ya LDR gitu deh, cobaan iman lagi akhirnya.
Pacar Andri menjadi orang penting disana, ya lebih sibuk
dari Andri saat mengikuti OSIS.
Namanya hubungan pasti ada waktu renggang. Keadaan ini karna
pacar Andri, Sonya. Mencintai kembali orang yang disukainya dulu, wktu sebelum
dengan Andri. Andri tau kejadian itu karna Sonya juga bercerita pada Andri.
Meskipun sangat kecewa tapi Andri ikut membantu agar Sonya bisa berhubungan
baik dengan Rendi, gebetannya Sonya.
Sejenak melupakan masalah dengan sang pacar, Andri mencoba
melupakan dengan cara bermain dengan teman-temannya, main badminton sampek
malam, tidur pagi, ketawa-ketiwi tanpa arti hingga saat ia les fisika dan
kebetulan satu kelompok dengan Astri, ia teringat kembali saat melihat Astri
maju kedepan dan mengerjakan dipapan tulis. Gadis cantik berjilbab putih
lembut, terlihat sangat mudah berbagi senyum dengan suara lembut
khasnya..."Astri, aku slalu mengagumimu"...decak Andri dalam hati.
Semalaman Andri memikirkan Astri karna saat malam itu, pacarnya
tak ada untuk sekedar menghabiskan bonusan sms dengan Andri. Meskipun memiliki
pacar, Andri ingin menunjukan ke Astri, bahwa Astri sangat pandai membuat orang
tak ingin jauh darinya, seperti yg dirasakn Andri. Dengan gayanya yang khas,
lembut bila dengan teman perempuan dan galak saat dengan teman laki-laki.
Hari-hari berikutnya Andri kembali mencoba mendekati Andri
setelah sekian lama tidak sms."..assalamualaikum.."pesan singkat
untuk Astri."waalaikum salam".jawab Astri. Memang disengaja untuk
tidak dibalas Andri, namun saat waktu salat, Andri slalu mengingatkan Astri
untuk segera solat."jangan lupa dhuhur, tri"."ya ndri".
dalam hati memantapkan semoga Astri menjadi wanita yang lebih sempurna tanpa
terlalu berharap rasa cintanya ini akan terbalas..
Saat disekolah Andri pun mengingatkan untuk segera solat
dhuhur, meskipun hanya lewat pesan singkat.
suatu ketika Andri bertemu dengan Astri saat Andri selesai
solat dhuhur dimushola sekolah. Andri tertunduk melihat Astri, dengan perasaan
yg sama saat pertama dia jatuh cinta pada Astri. Hal yang tak terduga terjadi
"Andri jelek" ejek Astri sambil tertawa. Hanya senyum untuk membalas
ejekan Astri. Entah apa yg terfikir oleh Andri, tapi menurutnya itu seperti
sebuah kode morse, kode untuk lebih bijak "haruskah aku lebih mendekati
Astri ?"...
Beberapa hari kemudian rasa didalam hati Andri tak dapat
lagi terbendung, kembali pesan singkat iya krimkan, "I know I just a
stranger for u, but I feel love to u, I'm sorry to keep my love for u although
we've couple one each other"..entah Astri mngerti atau tidak atau mngkin
tak peduli tapi hanya smiley tertawa yg ia gunakan membalas pesan singkat
Andri. Tapi karna itu mereka bisa mengobrol sejenak sambil bersenda gurau.
Namun, Andri berulah lagi, hal yang mngkin membuat Astri
marah akhirnya diungkapkan. "tri, boleh ngga aku suka kamu ?". Dengan
posisi Astri punya pacar dan begitupun Andri. Dengan jelas Astri menjwab.
"temen aja". Inilah penolakan kedua Astri pada Andri ..
Memang sayapnya kembali hancur, tak dapat lagi terbang
meraih harapan. Namun apa salah bila terjadi 2x penolakan dengan alasan seperti
itu ?
Dan akhirnya kini Astri dan Andri tak pernah lagi
berhubungan, sms Andri pun tak pernah dibls, dan menimbulkan pemikiran
negatifnya pada Astri.
...Maafkan aku Astri, aku terlalu mengagumimu, meskipun
dengan buruk sifatku yang tak pantas untukmu, semoga semakin sempurna disetiap
langkahmu, last I will tell you, I love
you...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar