MY FRIENDS, MY LOVE
by : Yulianita
Rintik
hujan pun membasahi gundukan tanah dipemakaman itu.begitu menggambarkan
perasaannya. Mengawali kasedihan yang mendalam di hati Rosa. Air mata terus
membasahi pipinya.
“ayok
kita pulang” rani berkata menepuk haluspundak Rosa. Rosa hanya diam dan langsung
menangis memeluk sahabatnya. “udah jangan nangis lagi. Kita juga sedih sama
kayak kamu.. lebih baik kita pulang yuk sekarang” ajak Rani dan Rosa
mengangguk.
tiga
sahabat sejati itu telah kehilangan satu sahabat terbaikya. Dani.. Yang begitu
baik hati, tampan, humoris, suka menolong. Rani yang pandai, Rosa yang
cantik,ramah dan murah senyum, dan Dafa yang slenge’an dan selalu uptodate.
Mereka menjadi satu kelompok sahabat yang saling melengkapi dan kompak. Tapi
begitu Dani pergi, semuanya berubah. Tidak ada sosok sahabat yang tegas dan
begitu sempurna seperti dia. Dan yang lebih buruk, Dani menyatakan perasaannya
kepada Rosa disaat detik terakhir dia
akan pergi.
Semenjak
perginya Dani. Satu hari ini Rosa tidak masuk sekolah. Dan Rani memutuskan
untuk pergi kerumah Rosa. Rosa hanya diam di kamarnya menatap keluar jendela
kamarnya. Mukanya kelihatan kusut. Rani sedih melihat temannya seperti itu
“Rosa..
kamu jangan kayak gini dong”memeluk Rosa dan menangis. Air mata Rosa menetes
dan cepat-cepat diusap tersenyum dan memeluk Rani. “nggak papa kok Ran, aku
nggak papa.. tadi aku Cuma males masuk aja” Rosa menjawab dan tersenyum
walaupun dipaksakan untuk menenangkan sahabatnya itu. “kamu bo’ong.. “kata Rani
mengusap air matanya.
Rosa
hanya terdiam dan menunduk. “mau gimana lagi ran, kamu kan udah tau aku” jawab
Rosa tersenyum kelu. “ini semua salah aku. Kalo malem itu aku nggak nyuruh Dani
buat nganterin tugas kelompok kita kerumahku pas ujan deres, pasti gak bakalan
kayak gini,, pasti.. pasti dia masih ada disini sama kita..” air matanya
menetes tertunduk dalam. Ia merasa, ialah penyebab semua ini. “itu takdir
Rosa.. bukan salah kamu.. mama sama papanya Dani juga nggak nyalahin.. “nggak
nyalahin tapi aku ngerasa bersalah Ran..” belum selesai Rani berbicara, rosa
memotong kata-katanya. “Rosa.. “ Rani dan Rosa menangis berpelukan.
Setelah
banyak dihibur oleh teman-temannya, Rosa sudah kembali ke sekolahnya. Dan
merasa lebih baik. Ia sadar ia tidak mungkin selalu terpuruk dan sedih. Lagi
pula, Dani selalu ada di hatinya. Teringat saat terakhir Dani berkata “Rosa I
love you” begitu jelas terdengar. Tapi itu menjadi kekuatan untuk Rosa.
“rosa..
aku seneng banget ngeliat kamu lagi” Rani dan teman-teman lain menyambutnya
dengan gembira. Rosa tersenyum manis.. “aku juga seneng liat kalian. Ya udah,
ayok kita masuk” ajak Rosa dan teman-temannya masuk ke kelas.
Saat
istirahat, Dafa memanggil Rosa dan sedikit berbasa-basi sebelum Dafa mengatakan
sesuatukepada Rossa. “ emm.. Rosa, akumau ngomong penting sama kamu” dafa agak
sedikt gugup. “ngomong apa.. daf jangan gugup gitu dong kayak sama siapa aja”
Rosa tersenyum.
Dan
sangat cepat Dafa memegang tangan Rosa dan berkata “aku sayang kamu Ros”
Rosa
tertegun dan terdiam. Dia tidak tau
harus berkata apa-apa. “jawab Ros” kata Dafa. Setelah diam sejenak, Rosa
mejawab. “sorry Fa, aku gak bisa” “kenapa? Apa ada alas an lain” Tanya Dafa
kecewa. “aku suka.. aku suka Dani.. “ Dafa terlihat bingung. “ya walaupun aku
tau Dani udah gak ada” dengan cepat Rosa menambahkan “tapi aku tetep sayang
sama dia Fa. Maafin aku. Emm.. lagi pula, ada yang lebih syang sama kamu kok..
aku rasa Rani pantes buat kamu. Dia sayang sama kamu” kata Rosa tersenyum.
Setelah diam sejenak, Dafa mulai tersenyum “it’s OK. Gak masalah. Yang penting
aku udah bilang ke kamu.. tapi kita tetep sahabatan kan” walaupun kecewa, Dafa
tersenyum mengulurkan tangan.
“tetep
kok. Kamu sahabat terbaik” Rosa tersenyum dan persahabatan mereka tetap utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar