Social Icons

Senin, 28 Oktober 2013

MY FRIENDS, MY LOVE


MY FRIENDS, MY LOVE
 by : Yulianita

Rintik hujan pun membasahi gundukan tanah dipemakaman itu.begitu menggambarkan perasaannya. Mengawali kasedihan yang mendalam di hati Rosa. Air mata terus membasahi pipinya. 
“ayok kita pulang” rani berkata menepuk haluspundak Rosa. Rosa hanya diam dan langsung menangis memeluk sahabatnya. “udah jangan nangis lagi. Kita juga sedih sama kayak kamu.. lebih baik kita pulang yuk sekarang” ajak Rani dan Rosa mengangguk.



tiga sahabat sejati itu telah kehilangan satu sahabat terbaikya. Dani.. Yang begitu baik hati, tampan, humoris, suka menolong. Rani yang pandai, Rosa yang cantik,ramah dan murah senyum, dan Dafa yang slenge’an dan selalu uptodate. Mereka menjadi satu kelompok sahabat yang saling melengkapi dan kompak. Tapi begitu Dani pergi, semuanya berubah. Tidak ada sosok sahabat yang tegas dan begitu sempurna seperti dia. Dan yang lebih buruk, Dani menyatakan perasaannya kepada Rosa disaat detik terakhir  dia akan pergi.


Semenjak perginya Dani. Satu hari ini Rosa tidak masuk sekolah. Dan Rani memutuskan untuk pergi kerumah Rosa. Rosa hanya diam di kamarnya menatap keluar jendela kamarnya. Mukanya kelihatan kusut. Rani sedih melihat temannya seperti itu

“Rosa.. kamu jangan kayak gini dong”memeluk Rosa dan menangis. Air mata Rosa menetes dan cepat-cepat diusap tersenyum dan memeluk Rani. “nggak papa kok Ran, aku nggak papa.. tadi aku Cuma males masuk aja” Rosa menjawab dan tersenyum walaupun dipaksakan untuk menenangkan sahabatnya itu. “kamu bo’ong.. “kata Rani mengusap air matanya.

Rosa hanya terdiam dan menunduk. “mau gimana lagi ran, kamu kan udah tau aku” jawab Rosa tersenyum kelu. “ini semua salah aku. Kalo malem itu aku nggak nyuruh Dani buat nganterin tugas kelompok kita kerumahku pas ujan deres, pasti gak bakalan kayak gini,, pasti.. pasti dia masih ada disini sama kita..” air matanya menetes tertunduk dalam. Ia merasa, ialah penyebab semua ini. “itu takdir Rosa.. bukan salah kamu.. mama sama papanya Dani juga nggak nyalahin.. “nggak nyalahin tapi aku ngerasa bersalah Ran..” belum selesai Rani berbicara, rosa memotong kata-katanya. “Rosa.. “ Rani dan Rosa menangis berpelukan.



Setelah banyak dihibur oleh teman-temannya, Rosa sudah kembali ke sekolahnya. Dan merasa lebih baik. Ia sadar ia tidak mungkin selalu terpuruk dan sedih. Lagi pula, Dani selalu ada di hatinya. Teringat saat terakhir Dani berkata “Rosa I love you” begitu jelas terdengar. Tapi itu menjadi kekuatan untuk Rosa.


“rosa.. aku seneng banget ngeliat kamu lagi” Rani dan teman-teman lain menyambutnya dengan gembira. Rosa tersenyum manis.. “aku juga seneng liat kalian. Ya udah, ayok kita masuk” ajak Rosa dan teman-temannya masuk ke kelas.

Saat istirahat, Dafa memanggil Rosa dan sedikit berbasa-basi sebelum Dafa mengatakan sesuatukepada Rossa. “ emm.. Rosa, akumau ngomong penting sama kamu” dafa agak sedikt gugup. “ngomong apa.. daf jangan gugup gitu dong kayak sama siapa aja” Rosa tersenyum.

Dan sangat cepat Dafa memegang tangan Rosa dan berkata “aku sayang kamu Ros”
Rosa tertegun dan terdiam.  Dia tidak tau harus berkata apa-apa. “jawab Ros” kata Dafa. Setelah diam sejenak, Rosa mejawab. “sorry Fa, aku gak bisa” “kenapa? Apa ada alas an lain” Tanya Dafa kecewa. “aku suka.. aku suka Dani.. “ Dafa terlihat bingung. “ya walaupun aku tau Dani udah gak ada” dengan cepat Rosa menambahkan “tapi aku tetep sayang sama dia Fa. Maafin aku. Emm.. lagi pula, ada yang lebih syang sama kamu kok.. aku rasa Rani pantes buat kamu. Dia sayang sama kamu” kata Rosa tersenyum. Setelah diam sejenak, Dafa mulai tersenyum “it’s OK. Gak masalah. Yang penting aku udah bilang ke kamu.. tapi kita tetep sahabatan kan” walaupun kecewa, Dafa tersenyum mengulurkan tangan.
“tetep kok. Kamu sahabat terbaik” Rosa tersenyum dan persahabatan mereka tetap utuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text